KOMPUTER
perangkat WAN
//
ROUTER
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
| Fungsi Utama Router | May 31st, 2008 |
|
Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Router penggunaannya banyak dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router terkadang juga digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.Router dapat digunakan juga untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Fungsi router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
|
MODEM
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut “modem”, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal
CSU/DSU
jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yuang sesua.untuk jalur digital. sebuah Chanel Service Unit(CSU) dan Data Service Unit(SDU)dibutuhkan. keduanya sering digabungkan menjadi sebuah pernagkat yang disebut CSU/DSU
Communication server

Firewall merupakan perangkat jaringan yang berada di dalam kategori perangkat Layer 3 (Network layer) dan Layer 4 (Transport layer) dari protocol 7 OSI layer. Seperti diketahui, layer 3 adalah layer yang mengurus masalah pengalamatan IP, dan layer 4 adalah menangani permasalahan port-port komunikasi (TCP/UDP). Pada kebanyakan firewall, filtering belum bisa dilakukan pada level data link layer atau layer 2 pada 7 OSI layer. Jadi dengan demikian, sistem pengalamatan MAC dan frame-frame data belum bisa difilter. Maka dari itu, kebanyakan firewall pada umumnya melakukan filtering dan pembatasan berdasarkan pada alamat IP dan nomor port komunikasi yang ingin dituju atau diterimanya.
Firewall yang sederhana biasanya tidak memiliki kemampuan melakukan filtering terhadap paket berdasarkan isi dari paket tersebut. Sebagai contoh, firewall tidak memiliki kemampuan melakukan filtering terhadap e-mail bervirus yang kita download atau terhadap halaman web yang tidak pantas untuk dibuka. Yang bisa dilakukan firewall adalah melakukan blokir terhadap alamat IP dari mail server yang mengirimkan virus atau alamat halaman web yang dilarang untuk dibuka. Dengan kata lain, firewall merupakan sistem pertahanan yang paling depan untuk jaringan Anda.
Sintaks Iptables
# iptables [-t table] command [match] [target/jump]
1. Table
a. Table Mangle: tabel yang bertanggung jawab untuk melakukan penghalusan (mangle) paket seperti merubah quality of service (QOS), TTL, dan MARK di header TCP. Biasanya tabel ini jarang digunakan di lingkungan SOHO.b. Table Filter: yaitu tabel yang bertanggung jawab untuk pemfilteran paket. Tabel ini mempunyai 3 rantai (chain) yaitu:
1. Rantai Forward yaitu rantai yang memfilter paket-paket yang akan ke server yang dilindungi oleh firewall. Rantai ini digunakan ketika paket-paket datang dari IP Publik dan bukan dari IP lokal.
2. Rantai Input: yaitu rantai yang memfilter paket-paket yang ditujukan ke firewall.
3. Rantai Output: yaitu rantai yang memfilter paket-paket yang berasal dari firewall.
c. Tabel NAT: yaitu rantai yang bertanggung jawab untuk melakukan Network Address Translation (NAT). NAT yaitu mengganti field asal atau alamat tujuan dari sebuah paket. Pada tabel ini terdapat 2 rantai, yaitu:
1. Rantai Pre-Routing: Merubah paket-paket NAT dimana alamat tujuan dari paket-paket tersebut terjadi perubahan. Biasanya dikenal dengan destination NAT atau DNAT.
2. Rantai Post-Routing: Merubah paket-paket NAT dimana alamat sumber dari paket-paket tersebut terjadi perubahan. Biasanya dikenal dengan source NAT atau SNAT.
Alur kerja IPTables dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

1. Perjalanan Paket yang diforward ke host yang lain
a. Paket berada pada jaringan fisik (Network) dan masuk ke interface jaringan
b. Paket masuk ke rantai PREROUTING pada tabel MANGLE dan tabel NAT
c. Paket mengalami Routing apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain
d. Paket masuk ke rantai FORWARD pada tabel MANGLE dan tabel FILTER
e. Paket masuk ke rantai POSTROUTING pada tabel MANGLE dan tabel NAT
f. Paket keluar menuju ke interface jaringan
g. Paket kembali pada jaringan fisik (Network)2. Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal
a. Paket berada pada jaringan fisik (Network) dan masuk ke interface jaringan
b. Paket masuk ke rantai PREROUTING pada tabel MANGLE dan tabel NAT
c. Paket mengalami Routing
d. Paket masuk ke rantai INPUT pada tabel MANGLE dan tabel FILTER untuk mengalami proses penyaringan
e. Paket akan masuk ke proses lokal (Local Process)
3. Perjalanan paket yang berasal dari host lokal
a. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan
b. Paket masuk ke rantai OUTPUT pada tabel MANGLE, lalu ke tabel NAT, kemudian ke tabel FILTER
c. Paket mengalami Routing
d. Paket masuk ke rantai POSTROUTING pada tabel MANGLE dan tabel NAT
e. Paket keluar menuju ke interface jaringan
f. Paket kembali pada jaringan fisik (Network)
2. command
| command | Deskripsi |
| -A (–append) | Menambah aturan pada akhir rantai sehingga akan dieksekusi terakhir |
| -D (–delete) | Menghapus sebuah aturan pada rantai yang dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus |
| -I (–insert) | Memasukkan aturan pada sebuah baris rantai. Berbeda dengan perintah append, perintah insert akan menempati baris yang dimaksud dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah |
| -L (–list) | Menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Perintah ini akan dikombinasikan dengan opsi -v (verbose), -n (numeric), -x (exact), dan –line-number |
| -F (–flush) | Mengosongkan aturan pada sebuah chain |
| -N (–new-chain) | Membuat rantai baru |
| -X (–delete-chain) | Menghapus rantai yang disebutkan |
| -E (–rename-chain) | Merubah suatu nama rantai |
| -P (–policy) | Membuat kebijakan default pada sebuah rantai |
| -p (–protocol) | Mengecek tipe protokol tertentu. Tanda inverse(!) berarti kecuali. Misalnya protocol ! tcp berarti kecuali tcp |
| -s (–source) | Mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Bisa berbentuk alamat tunggal (mis:192.168.0.1) atau alamat network (mis:192.168.0.0/255.255.255.0 atau 192.168.0.0/24) |
| -d (–destination) | Mencocokkan paket berdasarkan alamat tujuan |
| -i (–in-interface) | Mencocokkan paket berdasarkan interface dimana paket datang dan berlaku pada rantai INPUT, FORWARD, dan PREROUTING |
| -o (–out-interface) | Mencocokkan paket berdasarkan interface dimana paket keluar dan berlaku pada rantai OUTPUT, FORWARD, dan POSTROUTING |
| –sport (–source-port) | Mencocokkan paket berdasarkan port asal(bisa dilihat di /etc/services). Perintah ini bisa digunakan untuk range port tertentu. Misal range antara port 22 sampai 80 bisa ditulis –sport 22-80. Jika –sport :80 berarti paket dengan port 0-80. Jika –sport 1024: berarti paket dengan port asal 1024-65535 |
| –dport (–destination-port) | Mencocokkan paket berdasarkan port tujuan. Penggunaannya sama dengan –sport |
| –syn | Memeriksa apakah flag SYN di set dan ACK dan FIN tidak di set. Perintah ini sama dengan kita menggunakan match –tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN. Paket dengan perintah tersebut digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server |
| -m mac -mac-source | Melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address |
| -m multiport –source-port | Mendefinisikan port atau port range lebih dari satu |
| -j (–jump) | Perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria. Setelah perintah ini ada beberapa opsi yaitu: ACCEPT: akan mengijinkan paket DROP: akan menolak paket REJECT: akan menolak paket. Berbeda dengan DROP, REJECT akan memberitahukan error kesalahan kepada user pengirim sedangkan DROP tidak memberitahukan error kesalahan. Opsi untuk REJECT adalah icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unreachable, icmp-net-prohibited, dan icmp-host-prohibited. Namun untuk menggunakan opsi-opsi tersebut harus diawali dengan –reject-with RETURN: akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada rantai dimana paket tersebut menemui target RETURN MIRROR: fungsi utamanya adalah membalik source address dan destination address. Misalnya PC A menjalankan target RETURN kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang muncul adalah pada browser adalah website komputer B itu sendiri LOG: digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice,warning, err, crit, alert dan emerg. perintah -j LOG –log-prefix digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut. SNAT Target: Berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel NAT pada rantai POSTROUTING, dan hanya disinilah rantai POSTROUTING. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama DNAT Target: Digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel NAT pada rantai PREROUTING dan OUTPUT atau rantai buatan yang dipanggil oleh kedua rantai tersebut MASQUARADE Target: Target ini bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option –to-source. Target ini memang ini didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah. Target ini hanya bekerja untuk tabel NAT pada rantai POSTROUTING REDIRECT Target: Digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel NAT pada rantai PREROUTING dan OUTPUT atau pada rantai buatan yang dipanggil dari kedua rantai tersebut. |
V. Connection Tracking
- NEW –> Sebuah klien mereques koneksi melalui firewall. Maksudnya server1 menghubungi server2 dengan mengirimkan paket SYN (Synchronize)
- RELATED –> Sebuah koneksi yang mereques sebuah reques baru tetapi masih merupakan bagian dari koneksi yang sudah ada. Maksudnya server2 menerima paket SYN dari server 1 dan kemudian merespon dengan sebuah paket SYN-ACK (Synchronize-Acknowledgment)
- ESTABLISHED –> Sebuah koneksi yang merupakan bagian dari koneksi yang sudah ada. Maksudnya server 1 menerima paket SYN-ACK dan kemudian merespon dengan paket ACK (Acknowledgment).
- INVALID –> Sebuah keadaan dimana tidak ada keadaan seperti 3 keadaan di atasUntuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini:
Misalnya kita ingin menggunakan service ftp pada IP=132.456.78.9, maka pada saat kita mengetikkan
# ftp 132.456.78.9
Lalu pada saat kita ingin mengambil sebuah file dari IP tersebut, misalnya paket yang bernama file.tar.gz, maka pada saat kita mengetikkan:
ftp> get file.tar.gz
Jika kita menggunakan sebuah koneksi ftp pasif, dimana port koneksi clien adalah 20 tetapi port transfer menggunakan port 1024 atau yang lebih besar, maka pada saat kita mengetikkan
ftp> passPassive mode on
# iptables -I INPUT -m state --state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT # iptables -I OUTPUT -m state --state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT # iptables -I FORWARD -m state --state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
# iptables -A INPUT -p tcp -s 0/0 --sport 513:65535 -d 64.67.33.76 --dport 22 -m state --state NEW,ESTABLISHED -j ACCEPT # iptables -A OUTPUT -p tcp -s 132.456.78.9--sport 22 -d 0/0 --dport 513:65535 -m state --state ESTABLISHED -j ACCEPT
VI. Contoh-Contoh
# iptables -I INPUT -s 192.168.0.149 -j REJECT
# iptables -D INPUT 3
# iptables -F
# iptables -F FORWARD
# iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j REJECT
# iptables -A INPUT -p tcp -i eth0 --dport 23 -j REJECT
# iptables -I INPUT -s 192.168.0.250 -p tcp --dport 23 -j REJECT
4. Melihat tabel iptables
# iptables -L
# iptables -L --line-number
# iptables -L -v --line-number
# iptables -L -v --line-number -t nat
5. Mengubah Policy
# iptables -P INPUT DROP
# iptables -P OUTPUT DROP
# iptables -P FORWARD DROP
Mengubah chain FORWARD menjadi DROP
6. Lain-Lain
# iptables -A INPUT -m mac -mac-source 00-14-85-47-85-E5
Memblok komputer yang mempunyai mac address 00-14-85-47-85-E5
# iptables -A INPUT -p tcp -m multiport --source-port 22,53,80
Memblok port-port 22,53, dan 80
7. Menggunakan Log
kern.* /var/log/firewall.log
# service syslog restart
# iptables -P INPUT DROP # iptables -I INPUT -s 192.168.0.1 -d 192.168.0.248 -j ACCEPT # iptables -A INPUT -p ALL -m state --state NEW -j LOG --log-prefix "IPTABLES: (INPUT-REJECT)" # iptables -A INPUT -i eth1 -j REJECT
Perintah pertama dapat dijelaskan bahwa policy default untuk rantai INPUT adalah DROP yang berarti akan memblok seluruh inputan. Perintah iptables kedua akan menerima inputan dari IP 192.168.0.1 dengan tujuan IP 192.168.0.248. Perintah iptables ketiga akan mencatat seluruh inputan yang mencoba masuk ke server selain yang sudah ditentukan. Perintah iptables keempat akan memblok seluruh inputan yang menuju eth1 atau yang ber- IP 192.168.2.2. Sekarang coba ping 192.168.0.248 dari komputer yang ber-IP 192.168.0.1, dan akan terlihat hasil sebagai berikut:


Itu berarti IP tersebut di blok. Sekarang lihat di log firewall, seharusnya akan terlihat gambar berikut ini:

Contoh yang lain lagi misalnya kita mempunyai IP publik yang ada di eth1 dan kita ingin memblok seluruh IP publik yang ada untuk mengakses IP publik kita, namun kita juga ingin mengetahui IP-IP mana saja yang mengakses IP Publik kita maka sintaksnya seperti berikut:
# iptables -I INPUT -p All -i eth1 -s ! 192.168.0.0/24 -m state --state NEW -j LOG --log-prefix "IPTABLES: (INPUT-REJECT) " # iptables -A INPUT -i eth1 -s ! 192.168.0.0/24 -j REJECT
Sintaks di atas dapat dijelaskan bahwa seluruh IP akan ditolak namun hanya IP-IP publik saja yang akan di catat dalam log.
8. Membackup dan merestore iptables
# service iptables save
# service iptables restart



